Wednesday, September 11, 2013

Teknologi Medis Masa Depan: Levitasi Magnetik



Levitasi magnetik dapat digunakan untuk keperluan membuat organ tubuh baru yang rusak. Ceritanya seperti ini: Pada tahun 2010, Glauco Souza dan timnya memulai upaya untuk membuat organ tubuh dengan teknologi nano yang memungkinkan jaringan tubuh baru yang akan dibuat ini mampu mengambang di atas cairan nutrisi. Hasilnya sangat mengagumkan, sebuah jaringan tubuh baru sintetis mampu ditumbuhkan dalam cawan petri. Namun demikian, jika prosesnya dapat melibatkan levitasi magnetik dimana organ sintetis yang akan dibuat itu mampu dibuat mengambang maka akan tercipta jaringan tubuh dalam bentuk 3 dimensi berikut lapisan-lapisan yang kompleks dan hal ini sesuai dengan kondisi jaringan tubuh dalam badan kita. Pola pertumbuhan secara 3 dimensi merupakan simulasi pertumbuhan sel jaringan tubuh dalam badan manusia. Ini berarti sebuah langkah maju dalam menciptakan organ tubuh buatan/sintetis yang kemudian bisa diimplankan pada tubuh manusia.

Oleh: Teguh Supriyanto
Twitter: @lentrhaka
FB: lentrhakaIndonesia
Sponsored by: elsvarev.blogspot.com

Monday, September 9, 2013

Teknologi Medis Masa Depan: Gel anti Pendarahan Parah



Sebuah penemuan yang mengagumkan telah dihasilkan oleh seorang mahasiswa dan sarjana Universitas New York. Penemuan itu berupa gel anti pendarahan. Gel ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan pembalut luka terutama di medan perang. Menurut penemunya, produk yang dinamakan Veti-Gel ini dapat memperbaiki dan membungkus berbagai luka parah di permukaan kulit bahkan pada organ tubuh ataupun saluran arteri utama. Hasil akhirnya adalah bekas luka yang parah akan hilang dan kondisi menjadi seperti sedia kala. 

Cara kerja gel ini diuraikan sebagai berikut: Tubuh mengenali matriks yang dihasilkan oleh Veti-Gel. Matriks kemudian merembes ke dalam permukaan yang mengalami luka dan secara cepat membentuk segel/lapisan penutup luka. Gel kemudian mengaktivasi sistem koagulasi tubuh untuk membentuk lapisan pembungkus alami yang kuat. Setelah itu kita dapat membersihkan sisa gel yang ada pada bekas luka namun disarankan agar tetap membiarkan sisa gel tesebut untuk mempercepat pembentukan jaringan tubuh yang rusak akibat luka. Gel ini sudah diujicobakan pada tikus yang mengalami kerusakan liver dan saluran arteri yang terputus. Pendarahan parah pada organ tikus itu dapat dihentikan dengan menggunakan Veti-Gel dalam beberapa menit. Perlu diketahui bahwa cara kerja Veti-Gel menggunakan bahan matriks ekstra selular dari kulit penderita sebagai blue print/cetak biru sehingga saat luka tertutup maka kondisinya akan sama seperti sebelum terjadi luka. 

Semoga informasi ini dapat menginspirasi dikembangkannya obat penyembuhan luka parah/pendarahan secara cepat/instan dari bahan-bahan alami dengan harga terjangkau di dalam negeri. Selamat bereksplorasi!

Oleh: Teguh Supriyanto
Twitter: @lentrhaka
FB: lentrhakaIndonesia
Sponsored by: elsvarev.blogspot.com

Monday, September 2, 2013

Jangan taruh seluruh telurmu dalam satu keranjang (konteks kebutuhan pangan)



Ada sebuah pepatah tentang cara jitu berinvestasi yaitu: “Don’t put your eggs on one basket“ atau jangan taruh seluruh telurmu dalam satu keranjang. Filosofi nasihat bijak tersebut jika ditarik dalam konteks kebutuhan pangan adalah anjuran agar tidak hanya menggantungkan kebutuhan pokok hanya pada satu jenis produk saja. Terbukti kan, pada saat musim kemarau seperti saat ini terjadi paceklik dimana-mana dan imbasnya harga gabah naik dan tentunya harga beras juga naik. Salah satu solusi cepat adalah impor beras. Solusi ini bukanlah tanpa masalah. Jika kita mengimpor beras apalagi dalam jumlah besar diperlukan mata uang asing yang besar, dalam hal ini Dollar harus dikeluarkan. Jika Dollar banyak keluar untuk membeli impor beras maka cadangan devisa terus melorot dan efeknya permintaan terhadap Dollar untuk menambah cadangan devisa yang habis keluar akan naik dan itu menyebabkan nilai mata uang dalam negeri akan terdepresiasi apalagi jika impor sudah menjadi habit, dilakukan dalam jangka panjang dan merupakan prosedur standar mengatasi kesulitan pangan di dalam negeri. 

Upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari impor beras/bahan pangan secara berlebihan bisa dimulai dari kebiasaan pangan kita. Ada sejumlah tips praktis dalam menghindari impor bahan pangan pokok secara berlebihan, berikut diantaranya: 1. Mulailah mendiversifikasi makanan pokok disamping beras, beralihlah sesekali untuk mengkonsumsi singkong, ubi jalar, atau pisang mas; 2. Tambahlah porsi mengkonsumsi buah dan sayuran disamping nasi sehingga porsi konsumsi nasi semakin berkurang dan digantikan oleh sayuran dan buah; 3. Mulailah menanam sayuran, buah dan bahan pangan pokok selain padi secara organik (menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan) di pekarangan rumah dan bagi yang tidak memiliki pekarangan rumah maka bisa membelinya dari teman-teman yang mengembangkan bahan pangan organik yang berorientasi bisnis namun masih mengemban misi sosial; 4. Bagi petani padi dalam negeri mulailah menggunakan pupuk organik ramah lingkungan agar buah padinya baik, bernutrisi dan lahan pertaniannya sehat (tidak pecah-pecah dan kekurangan unsur hara seperti jika menggunakan pupuk kimia). Semoga bermanfaat!

Oleh: Teguh Supriyanto
Twitter: @lentrhaka
FB: lentrhakaIndonesia
Sponsored by: elsvarev.blogspot.com

Tuesday, August 27, 2013

Masalah fungsi organ tubuh: operasi bedah VS regenerasi sel diri



Kita tentu sering mendengar tentang kasus-kasus kematian paska operasi bedah yang dilakukan pihak rumah sakit. Kasusnya dimulai dari turunnya fungsi organ tubuh tertentu yang mengalami operasi (pengangkatan ataupun penggantian) ataupun operasi bedah yang gagal sehingga berimbas pada menurunnya fungsi organ tubuh lain yang tidak dioperasi . Setelah kondisi fisik menurun maka beberapa waktu berselang biasanya berakhir dengan kematian. Dari kasus ini yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah operasi bedah merupakan solusi? Untuk kasus-kasus tertentu memang menjadi solusi terutama untuk masalah kerusakan organ tubuh akibat kecelakaan seperti kecelakaan lalu-lintas ataupun peperangan. Namun akan berbeda misalnya jika kerusakan organ tubuh diakibatkan oleh penyakit yang muncul karena gaya hidup yang tidak sehat (banyak mengkonsumsi makanan dan minuman berpengawet), obat-obatan farmasi yang memiliki efek samping, ataupun karena kerusakan lingkungan dan bibit penyakit yang sengaja disebar oleh pihak tertentu. Kerusakan organ tubuh ataupun penyakit yang muncul dari faktor-faktor tadi misalnya: gagal ginjal, gagal jantung, lever, berbagai jenis kanker, radang otak dan meningitis, kerusakan syaraf dan organ penglihatan, dll. 

Pertanyaan berikutnya muncul, yaitu: Apakah setelah dilakukan operasi pengangkatan organ tubuh yang bermasalah tidak akan menimbulkan masalah baru? Perlu diingat bahwa organ tubuh manusia adalah satu kesatuan dimana jika salah satu organ tubuh hilang akan berakibat terganggunya fungsi sebagian organ tubuh dan berimbas pada terganggunya fungsi organ tubuh lainnya dan jika dibiarkan berlarut-larut maka akan berakibat lumpuhnya fungsi seluruh organ tubuh. Jika masalah ini sudah terjadi maka sudah saatnya menunggu lonceng kematian. Ada sebuah pengetahuan yang jarang dipahami oleh masyarakat umum bahwa organ tubuh berbeda dengan benda mati semacam komponen komputer misalnya. Sangat berbeda substansi karena yang satu bersifat organik dan yang lainnya adalah non organik. Sangat tidak bisa disamakan. Jika komponen komputer mengalami kerusakan maka solusinya adalah diangkat dan diganti dengan yang baru. Namun organ tubuh manusia tidak bisa seperti itu. Organ tubuh manusia memiliki karakter khusus yang lebih baik dari karakter benda non organik. Karakter benda organik adalah mampu meregenerasi diri-sendiri asalkan diberi perlakuan tertentu secara baik dan benar. Perlakuan yang dimaksud di sini adalah melakukan pola hidup sehat secara alami agar sel-sel organ tubuh kita mampu meregenerasi diri dan melakukan penyembuhan dirinya sendiri. 

Penulis berpendapat bahwa tidak selalu permasalahan fungsi organ tubuh solusinya adalah operasi. Selain faktor biaya yang sangat mahal juga jaminan untuk me-restore fungsi organ tubuh ke kondisi semula sangat tidak memiliki jaminan. Untuk itu ada solusi yang lebih baik dari sekedar operasi organ tubuh. Satu-satunya jalan yang murah dan mudah adalah mempraktekan gaya hidup sehat alami. Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa tubuh manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri melalui regenerasi sel asalkan diberi perlakuan tertentu. Berikut adalah 7 tips ringan gaya hidup sehat untuk memicu penyembuhan diri melalui regenerasi sel sehingga terhindar dari efek maut paska operasi: 1. Melakukan olahraga olah nafas (nafas perut, dada, atau diafragma) secara kontinyu; 2. Memperbanyak konsumsi air putih hangat; 3. Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah organik; 4. Menghindari makanan dan minuman berpengawet serta obat-obatan yang mengandung zat perusak tubuh; 5. Menjauhi stress; 6. Menjalani hidup lebih santai/rileks; 7. Mengkonsumsi bahan makanan alami berkhasiat obat (teh hijau, aneka berry, pisang mas, singkong, ubi jalar, dll). Selamat mencoba!

Oleh: Teguh Supriyanto
Twitter: @lentrhaka
FB: lentrhakaIndonesia
Sponsored by: elsvarev.blogspot.com

Monday, August 19, 2013

Sehat dengan Magnet



Magnet yang kita kenal dalam berbagai peralatan elektronik ternyata memiliki efek yang menyembuhkan, utamanya untuk memperlancar peredaran darah sebagai sistem transportasi pembawa nutrisi, oksigen, dan zat-zat lain yang diperlukan oleh tubuh. Peredaran darah yang lancar dan baik akan mendorong metabolisme tubuh untuk bekerja dengan baik dan sempurna sehingga kondisi kesehatan manusia yang optimal dapat tercapai. 

Pengobatan ataupun terapi dengan magnet ternyata sudah dikenal sejak lama, mungkin ratusan tahun yang lalu menurut sejumlah sumber. Metode ini kemudian dihidupkan kembali oleh dunia kesehatan modern dengan cara menciptakan perangkat pengobatan yang mengandung magnet yang ditempelkan di tubuh. Perangkat ini berbentuk kalung dan gelang yang dikenakan di lengan dan leher manusia. Metode ini sudah memperlihatkan hasil namun masih banyak yang mengalami kegagalan karena terkendala bahan magnet terbaik sebagai sarana terapi/pengobatan. Selain itu, isu tentang kemampuan magnet dalam mengobati berbagai penyakit serta mendorong kesehatan manusia ke tingkat optimal banyak dimanfaatkan secara tidak bertanggungjawab oleh kalangan produsen dengan cara membuat gelang dan kalung magnet kualitas rendah ataupun tipuan sehingga tidak memberi efek mengobati penyakit. Dari sini kita harus cerdas memilih dan memilah gelang dan kalung magnet orisinal dengan kemampuan yang maksimal dalam mengobati penyakit. 

Dari sejumlah rilis kesehatan, dikatakan bahwa gelang dan kalung megnet tidak boleh dipakai dalam jangka waktu yang lama karena berpengaruh pada penurunan fungsi organ tubuh. Pendapat ini bisa benar dan bisa pula tidak. Dikatakan benar jika daya magnet dari gelang dan kalung itu tidak sinkron atau kompatibel dengan pemakainya. Untuk mengatasinya maka diperlukan upaya pencocokan (matching) antara perangkat magnet tersebut dengan calon pemakainya. Namun upaya seperti ini jarang bahkan belum pernah dilakukan oleh para produsen gelang dan kalung magnetik. Upaya pencocokan perangkat magnetik dengan calon pemakai memerlukan pengetahuan khusus dan memadai sehingga akan tercapai hasil yang optimal. Jika perangkat magnetik tersebut sudah sesuai/kompatibel dengan kondisi pemakainya maka tidak menjadi persoalan jika dipakai dalam waktu yang lama. Selain itu, bahan terbaik dan tepat sangat berperan dalam menghasilkan gelang dan kalung magnetik yang berkualitas tinggi sebagai upaya untuk memelihara kesehatan.
Informasi tentang kalung dan gelang magnetik terbaik sebagai sarana pemeliharaan kesehatan akan dirilis di tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat! 

Oleh: Teguh Supriyanto
FB: lentrhakaIndonesia
Twitter: @lentrhaka
Sponsored by: elsvarev.blogspot.com