1. Komunitas Pecinta Pengobatan Alami
2. Alamendah's Blog
3. Khasiat dan Manfaat Tanaman
4. Tanaman Berkhasiat - Obat Tradisional
5. Tanaman Obat
6. Pengobatan Alami dan Manfaat Buah
7. Manfaat Buah-buahan
8. Khasiat Daun Alami
9. Tips Cara Manfaat
10. Aneka Tumbuhan Herbal dan Khasiatnya
Saturday, June 1, 2013
Thursday, May 30, 2013
Bioelectric Impedance Analysis = PREMBITH Manusia
Dalam Novel Arkhytirema kita mengenal istilah PREMBITH yaitu
sebuah teknologi untuk mengukur dan mengetahui apa saja yang terkandung dan
terjadi pada sebuah planet. Alat ini biasanya digunakan oleh penjelajah luar
angkasa untuk mengetahui keberadaan Planet Tipe M yaitu planet yang layak
dihuni oleh manusia. PREMBITH ini terdiri atas dua jenis alat yaitu ARDH
PREMBITH dan HYDRA PREMBITH. Teknologi ini berbentuk alat semacam baki yang
bisa ditempelkan di permukaan tanah atau air. Setelah ditempelkan maka beberapa
saat kemudian dapat diketahui komposisi dan sumber daya alam apa saja yang
terkandung di sebuah planet serta bagian lautannya. PREMBITH bekerja dengan
memancarkan gelombang PLUTNA.
Berkaitan dengan hal itu, saat ini telah ada alat semacam
PREMBITH namun diperuntukkan untuk manusia. Nama teknologinya adalah
Bioelectric Impedance Analysis yaitu alat yang bentuknya seperti timbangan
badan namun memiliki fungsi untuk mengukur komposisi tubuh manusia. Alat ini
memiliki nama merek dagang “Perfect Health”. Untuk saat ini alat tersebut baru
bisa mengukur kadar air, lemak, dan otot manusia. Untuk ke depannya alat ini
dapat mengukur kadar tulang manusia. Cara penggunaan alat ini adalah sebagai
berikut: subyek yang akan diukur komposisi tubuhnya cukup berdiri di atas alat
ini. Kemudian operator atau subyek itu sendiri menekan beberapa tombol sentuh
di alat itu untuk setting. Kemudian gelombang listrik dari elektroda yang
menempel pada kaki subyek merambat melalui tubuh dan kembali diterima oleh
elektroda alat itu. Hasil scanning alat ini kemudian ditampilkan dalam
angka-angka indikator untuk kategori kadar air, lemak, dan otot. Tidak lupa
operator/subyek harus memasukkan data usia, tinggi badan, dan berat badan
sebagai pelengkap pengolahan data. Akhirnya data angka-angka yang muncul di
layar alat itu dikonversikan dengan tabel khusus sehingga akhirnya masuk
klasifikasi tertentu yang disimbolkan dengan Tanda Pagar: I, II, III, IIII,
IIIII. Klasifikasi Tanda Pagar menentukan apakah subyek tersebut dikatakan
kurus, ideal, atau kegemukan. Alat “Perfect Health” ini telah digunakan Tim
LENTRHAKA untuk mengukur indikator kesehatan pasien-pasiennya secara cepat.
Dengan perkembangan keahlian manusia, suatu saat nanti mungkin
dapat diciptakan alat yang jauh lebih canggih dari Perfect Health ini. Sebuah
alat yang tidak hanya mengukur komposisi anatomi tubuh tapi lebih dari itu
seperti mengukur kekuatan aura, mengukur kekuatan tenaga metafisika, mengukur
kemampuan penguasaan energi, serta mengetahui sifat dan bakat alamiah melalui
pembacaan data genetis dalam DNA manusia. Sebuah impian yang bisa
direalisasikan untuk kemajuan umat manusia. Marilah kita berupaya! Lets Make It
Happen!
Pelatihan Korporasi, Jasa Retail,
dan Kerjasama Bisnis LENTRHAKA, hubungi:
- Sdr. Asep Budi [cell number: 0853-1160-9087] [e-mail: asepbudi429@gmail.com]
- Sdr. Rohimat [cell number: 0813-2165-2855] [e-mail: rohimatlee@gmail.com]
Tuesday, May 28, 2013
Sunday, May 26, 2013
Menjadi “Super”, “Luar Biasa”, dan “Dahsyat” dengan Sholat
Weiiss..tunggu..tunggu…tunggu..!
Apa hubungannya sholat dengan tiga jargon yang selalu didengungkan oleh 3
Motivator Kondang Negeri ini. Kata “Super” menjadi kata bertuah milik Bapak
Mario Teguh, kata “Luar Biasa” menjadi credo atau syahadatnya Bapak Andri
Wongso, dan “Dahsyat” menjadi manteranya Bapak Tung Desem Waringin. Ketiga
bapak-bapak ini bergulat dengan bagaimana memotivasi orang-orang atau dengan
kata lain memaksimalkan potensi manusia untuk mencapai prestasi tertingginya
sesuai dengan keahlian khas yang dimilikinya. Dengan berbagi pengalaman dan cerita-cerita
teladan, ketiga bapak-bapak itu mencoba menghasilkan manusia-manusia hebat. Jargon-jargon
mereka diucapkan setiap saat untuk memicu optimisme dan produktivitas
masyarakat di negeri ini.
Selain dengan motivasi berbentuk kata-kata
dan jargon-jargon, ada pula metode lain untuk memaksimalkan potensi yang berada
pada diri manusia. Sebuah metode yang setiap hari kita lakukan jika mengaku
Muslim, ya..yang saya maksud adalah aktivitas sholat, terutama Sholat 5 Waktu
yang ditentukan waktu-waktunya.
Sebuah penelitian yang dilakukan
oleh Prof. Osly Rachman dan hasilnya telah dibukukan dengan judul: “The Science
of Sholat: Melogiskan Perintah Allah Untuk Mengokohkan Ketakwaan”. Buku itu
mencoba mengupas keajaiban sholat dilihat dari perubahan energi alam yang
diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam.
Mari kita bahas satu-persatu. Waktu
subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan
frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Warna biru muda mempunyai rahasia
tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih
tertidur pulas pada waktu subuh akan mengalami masalah rezeki dan komunikasi. Pada
saat Adzan Subuh berkumandang, tenaga alam berada pada tingkatan optimum, lalu
tenaga yang berbentuk spektrum biru muda inilah yang diserap oleh kelenjar
tiroid pada saat ruku’ dan sujud.
Sholat Dzuhur dimulai saat warna
alam menguning atau pada posisi matahari sedikit tergelincir dari posisi tepat
di atas kepala kita. Warna spektrum alam saat dzuhur berpengaruh terhadap
perut, sistem pencernaan dan hati. Warna kuning pun mempunyai rahasia yang
berkaitan dengan keceriaan seseorang. Bagi mereka yang melewatkan sholat Dzuhur
berulang-ulang akan menghadapi masalah sistem pencernaan dan berkurangnya
keceriaan. Sholat Dzuhur yang didahului dengan wudhu akan mampu menormalkan
kembali fungsi jantung.
Sholat Ashar dimulai saat bayang-bayang
benda melebihi panjang benda itu sendiri. Pada saat ashar, warna alam berubah
menjadi oranye. Warna oranye berpengaruh terhadap organ reproduksi dan
kreativitas. Untuk mereka yang kerap tertinggal sholat Ashar maka akan
mengalami penurunan kreativitas dan fungsi organ reproduksi.
Sholat Maghrib diawali saat
matahari terbenam di ufuk sampai hilangnya cahaya merah di langit barat. Pada
saat maghrib, warna alam berubah menjadi merah dan spektrum warna ini menjadi
selaras dengan frekuensi sinar infra merah dan terjadi badai gelombang
elektromagnetik. Jika kita berada di luar rumah saat maghrib maka badai
gelombang elektromagnetik akan merusak penglihatan, jadi sangat dianjurkan jika
saat maghrib kita harus berada di dalam rumah dengan melakukan aktivitas
sholat. Rahasia spektrum warna merah adalah meningkatkan keyakinan dan
mempengaruhi frekuensi otot, syaraf dan tulang.
Sholat Isya dimulai saat cahaya
merah hilang di langit barat. Spektrum warna alam berubah menjadi nila (ungu)
dan berubah menjadi gelap. Waktu isya menyimpan rahasia ketentraman dan
kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kendali otak. Kerugian bagi
mereka yang melewatkan waktu Sholat Isya adalah sering merasa gelisah.
Bagaimana teman-teman! Ternyata
sholat yang kita lakukan setiap hari tidak kalah hebat dengan olah gerakan
jurus-jurus untuk menyerap tenaga alam (tenaga metafisika) yang kemudian
disalurkan untuk memperkuat fungsi tubuh. Itu adalah salah satu kemurahan dari
Sang Maha Pencipta untuk makhluk-Nya. Dengan melakukan sholat sesuai syariat
yang benar akan diperoleh manfaat yang luar biasa yaitu fungsi tubuh menjadi
sangat optimal. Saat fungsi tubuh menjadi sangat optimal maka kinerja perbuatan
kita pun akan sangat optimal pula. Dengan kata lain menjadi manusia “Super”, manusia
“Luar Biasa”, dan manusia “Dahsyat” bukanlah isapan jempol. Semoga pembaca
mendapat pencerahan! Setelah akrab dengan Salam Super, Salam Luar Biasa, dan
Salam Dahsyat, kita mengenal salam satu lagi yang merupakan warisan Leluhur
kita…SAMPRAZAAN! Semoga terhibur dan tercerahkan!
Disintesakan dari sejumlah
sumber.
Pelatihan Korporasi, Jasa Retail,
dan Kerjasama Bisnis LENTRHAKA, hubungi:
Sdr. Rohimat (0813-2165-2855)
Thursday, May 23, 2013
Pertarungan "Software Ahli Medis VS Dokter Sungguhan"
Saya mendapat informasi dari seorang
sahabat yaitu tentang munculnya perangkat lunak atau software yang berfungsi mendiagnosa
penyakit manusia atau dengan kata lain fungsi dokter atau ahli medis sudah
diduplikasi menjadi sebuah perangkat lunak. Perangkat lunak ini mampu
mendiagnosa penyakit secara akurat hanya dengan menginput data-data kesehatan
pasien secara rinci. Input data pasien dilakukan dengan sensor untuk badan
manusia. Perangkat lunak ini dapat diinstall di berbagai model komputer di
rumah atau tempat kita bekerja yang penting harus dilengkapi dengan alat sensor
khusus untuk membaca data pasien untuk kemudian diolah dan menghasilkan output
tentang penyakit apa yang sedang diderita. Setelah penyakitnya diketahui maka
bisa diambil tindakan pengobatannya.
Software ini memiliki banyak
manfaat bagi masyarakat. Manfaat pertama, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke
rumah sakit, praktek dokter, ataupun klinik kesehatan lainnya hanya sekedar
untuk mengetahui penyakit jenis apa yang sedang dideritanya sehingga menghemat
waktu dan biaya. Manfaat kedua, akurasi perangkat lunak ini sangat tinggi asalkan
input datanya lengkap sehingga akan mampu menghindarkan pasien dari tindakan
malpraktek dunia medis yang sering terjadi. Manfaat ketiga, masyarakat menjadi
melek teknologi medis dan mengerti secara mendalam gejala-gejala penyakit dan
cara pengobatannya secara standar sehingga menghindarkan diri dari opini
ahli-ahli medis yang kerap berbeda antara yang satu dengan yang lainnya karena
manusia memiliki sifat yang mudah sekali berubah karena faktor lingkungan dan
kepentingan.
Perkembangan terbaru software ini
adalah masih dikaji kemampuannya karena adanya “gugatan” dari Ikatan Dokter
Indonesia (IDI) yang masih meragukan kemampuannya. Apakah “gugatan” ini hanya bersifat
“uji materil kompetensi” ataukah hanya sekedar kedok agar software ini tidak
dipakai secara luas di masyarakat? Jika software ini digunakan secara luas di masyarakat
maka boleh jadi eksistensi profesi dokter akan terancam di tengah banyaknya
kasus malpraktek yang dilakukan oleh “Dunia Medis Manusia”. Kita tunggu saja
mana yang mampu memberikan solusi terbaik bagi kesehatan manusia antara Software
Ahli Medis VS Dokter Sungguhan.
Sumber: Info insidental dari
Kawan.
Pelatihan Korporasi, Jasa Retail,
dan Kerjasama Bisnis LENTRHAKA, hubungi:
Sdr. Rohimat (0813-2165-2855)
Subscribe to:
Posts (Atom)

